League of Legends

posted in: League of Legends | 0

League of Legends

 

League of Legends ( LoL ) adalah game MOBA dengan komunitas terbesar di dunia. Dari sekian banyak genre game online yang ada, salah satu genre yang masih cukup banyak dimainkan dan mempunyai berbagai macam penggemar yang besar adalah game ber genre MOBA ( Multiplayer Online Battle Arena ). Genre game masih dimainkan banyak orang karena tidak membutuhkan waktu yang lama seperti game RPG untuk menaikan level. Mereka cukup bermain 5 vs 5 di dalam 1 pertandingan dengan durasi pertandingan 30-60 menit saja. Gameplay dan tujuan dari game ini adalah menghancurkan markas lawan dengan diawali beberapa tower di setiap lane ( jalan ). Dengan kemampuan strategi dan kemampuan hero / karakter masing-masing yang dimainkan, pemain diharuskan melakukan kerja sama tim yang bagus.

Kerja sama tim diharuskan karena di dalam MOBA terdapat role / peran di setiap hero yang berbeda-beda, seperti hero support, jungle, roamer, tanker, dan carry. Karena perbedaan peran tersebut membutuhkan kerja sama tim yang kompak untuk memenangkan pertandingan. Saat ini MOBA masih menjadi salah satu genre permainan yang paling populer di Indonesia, baik pc game ataupun mobile game seperti DOTA, Mobile Legend, Arena of Valor, Wild Rift, dan LoL.

Tanggal Rilis League of Legends

League of Legend pertama kali diluncurkan pada tahun 2008, Riot meluncurkan versi close-beta dari game mereka yaitu League of Legends : Clash Of Fates. Tetapi setelah beberapa lama mereka meluncurkan tersebut tanpa tambahan title yaitu hanya League of Legends. Tanpa disangka, dalam 3 hari setelah peluncuran terdapat lebih dari 100rb pemain yang memainkan game itu secara bersamaan. Walau mereka senang, mereka tetap harus bekerja keras untuk memastikan game dan server berjalan dengan lancar.

Seiring berjalannya waktu, Riot pun harus menambah karyawan nya dan membutuhkan dana yang cukup besar. Kemudian mereka bertemu dengan perusahaan Tencent yang berpusat di Tiongkok. Setelah menjalin kerja sama, mereka memutuskan untuk meluncurkan game tersebut secara open-beta.

Setelah League of Legends diluncurkan, Riot sadar bahwa mereka akan harus memberikan update konten secara berkala. Mereka sempat bingung akan konten baru apa yang para pemain inginkan: apakah mereka harus membuat mode single-player ataukah mereka harus menyediakan peta dan mode baru? Pada akhirnya, Riot sadar bahwa para pemain hanya ingin mengasah kemampuan dari core gameplay yang telah ada.

Pada 2010 dan 2011, Riot fokus untuk menemukan ritme dalam menyediakan konten baru. Mereka juga mulai menyadari bahwa para gamer League of Legends tidak hanya senang untuk bermain, mereka juga senang menonton orang lain memainkan game tersebut.

 

League of Legends

 

Selama bertahun-tahun keberadaan turnamen game online seperti StartCraft, Command and Conqueror, Dota 2, Counterstrike, dan Warcaft III sangatlah banyak. Saat League of Legends pertama kali mengadakan turnamen, mereka sangat pesimis dan hanya menyediakan 20 kursi penonton saja. Tetapi diluar dugaan mereka, penonton  yang datang sangat antusias mencapai 250 penonton.

Sadar dengan keadaan komunitas game mereka, mereka lalu mengumumkan turnamen resmi League of Legends yang pertama  ‘Season ONE’. Pada saat itu Season One merupakan bagian dari salah 1 game yang dilombakan dalam turnamen bernama DREAMHACK SUMMER 2011 yang menyertakan game Counter-Strike:Global Offensive (CS:GO), Starcraft 2, dan Dota 2.

Kerja keras Riot membuahkan hasil. Saat ini, League of Legends adalah salah satu game esports paling populer di dunia. Game tersebut juga dianggap sebagai salah satu game paling berpengaruh ke ekosistem esports. Bahkan sekarang, League of Legends memiliki liga di beberapa kawasan, seperti Amerika Utara, Eropa, Korea Selatan, Tiongkok, Asia Pasifik.

 

League of Legends Gagal Total Di Indonesia

League of Legends adalah game MOBA dengan jumlah pemain terbanyak di dunia sampai saat ini. Bahkan di jumlah penonton di twitch maupun youtube selalu menjadi urutan pertama mengalahkan  game-game lainnya. Namun berbeda di negara-negara lain, di Indonesia League of Legends malah gagal total dan menjadi dead game.

Jumlah pemain LoL di indonesia tidak mencapai angka 100rb. Dengan angka tersebut membuktikan bahwa komunitas LoL di Indonesia mempunyai jumlah pemain paling sedikit dibandingkan negara lainnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan LoL tidak laku atau kurang populer di kalangan gamer Indonesia.

1. Tidak Bisa Lepas Dari Bayangan Dota 2

Dota 2

Salah satu faktor terbesar dari gagal nya League of Legends di Indonesia adalah karena DOTA 2. Dota 2 sendiri mempunyai genre yang sama dengan League of Legends. Di Indonesia pada waktu itu sedang demam dota 2 karena adanya turnament dota bernama The International yang menyajikan tim-tim lama dari lulusan dota 1. Belum lagi dengan hadiah fantasis yaitu $1.000.000 menambah daya tarik dota itu sendiri pada waktu itu. Dota lebih dahulu populer di kalangan anak-anak warnet daripada LoL.

Sementara League of Legends baru rilis pada tahun 2009 dan masuk ke Indonesia secara resmi pada tahun 2013 lalu. Dengan kurun waktu yang cukup jauh membuat LoL tidak mendapat antusias yang besar dari para gamer lokal yang lebih dahulu menyukai DOTA 2.

2. Champion / Hero yang tidak gratis

League of Legends

 

Faktor lainnya yang membuat LoL gagal total di Indonesia adalah penjualan champion atau hero yang diberikan oleh RIOT selaku developer dan publisher League of Legends. Untuk membuka hero yang kita mau, pemain di haruskan membeli hero tersebut dengan menggunakan rupiah.

Hal tersebut membuat game LoL mempunyai pilihan hero yang terbatas dan tidak bisa digunakan secara bebas. Ada pula hero yang di rotasi setiap minggu secara gratis, tetapi mereka tidak akan se eksklusif hero lain, dan tidak dapat di gunakan pada saat bermain ranked match. Berbeda dengan dota 2 dimana kita bisa memilih semua hero secara gratis saat bermain normal ataupun ranked match.

3. Kurang Support dari Publisher Garena

League of Legends

 

Garena adalah publisher yang mengambil LoL untuk disebarkan di asia tenggara, baik indonesia ataupun negara lain di kawasan SEA Region. Garena sebagai publisher LoL dibilang  tidak berhasil atau gagal total karena mereka hanya sukses di negara vietnam saja. Hal tersebut bertolak belakang dengan Tencent selaku publisher dari Tiongkok. Tencent bisa membuat para pemain dota 2 untuk berpindah ke LoL dengan berbagai macam event dan bisa mengumpulkan lebih dari popularitsa 80% pemain aktif disana.

Di Indonesia sendiri sebetulnya Garena sudah berusaha untuk mencari perhatian dari para pemain MOBA lama ataupun pemain baru untuk memainkan LoL. Event-event bulanan terus mereka adakan, tetapi satu persatu tidak ada perubahan dan membuat garena menyerah dan angkat tangan.

4. Popularitas Game-Game Mobile

Mobile Game

 

Merebaknya popularitas game-game handphone yang makin hari makin populer di Indonesia. Handphone adalah sesuatu yang pasti di miliki setiap orang, makanya game-game mobile seperti Arena Of Valor, Mobile Legend, PUBG, Free Fire sangat laku dipasar game mobile Indonesia. Belum lagi game hp bisa dimainkan kapan pun dan dimanapun membuat nya semakin terkenal di kalangan pemain Indonesia. Pasar game mobile di Indonesia pun dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan game PC / komputer , membuat garena mengalihkan perdagangan ke game mobile.

Itulah tadi beberapa alasan mengapa League of Legends, game MOBA terbesar di dunia ini tidak populer di Indonesia. Game yang kini dikatakan sebagai dead game karena jumlah pemainnya mengalami penurunan setiap harinya..